Laman

Senin, 03 Desember 2012

cinta ituuuuu....

berawal dari pertanyaan "Apa itu Cinta?"

dulu sewaktu saya masih sendiri, banyak mendengar kata "cinta itu butuh pembuktian". maka bermunculanlah orangtua orangtua yang bersedih karena sekolah anak gadisnya harus terhenti, bermunculanlah orangtua yang merasa wajahnya tercoreng aib, bermunculanlah praktek-praktek aborsi ilegal.

"cinta itu obsesi" mungkin ini yang bisa saya katakan ketika melihat seseorang dengan segala daya upayanya untuk dapat memiliki orang yang dia cintai. mengorbankan segala waktu, temaga, pikiran, bahkan harga diri demi meraih orang yang dicintainya.

"cinta itu perlindungan" melihat di sebuah adegan drama, sepasang manusia saling melindungi satu sama lain. merasa terluka ketika yang lainnya terluka. merasa harus menjadi orang pertama yang menghalau semua derita.

baiklah, saya tidak tau definisi sesungguhnya cinta. tapi ketika saya mengunjungi saudara saya, saya jadi mengerti apa itu cinta, walau sampai saat ini saya tidak bisa membahasakan cinta itu apa. pertengahan oktober lalu saya menemani ibu dan kakek saya untuk menjenguk bude saya (kakak perempuan dari ibu) yang berada di Bontang, sekitar 6 jam perjalanan darat dari rumah saya di Balikpapan.

jadi bude saya ini sudah berbulan-bulan mengurusi suaminya yang tiba-tiba menderita stroke, berdua dengan anak bungsunya. bude saya adalah wanita yang luar biasa kuat serta ceria, oh.. dan juga super cerewet. hampir mirip lah dengan saya dan akang, istrinya cerewet dan suaminya pendiam. terakhir saya bertemu bude saya sekitar bulan agustus 2011, saya melihat bude saya kehilangan banyak sekali bobot tubuhnya. siapa istri yang tidak stres melihat suaminya tidak berdaya di atas tempat tidur dengan kondisi badan lumpuh 50%. ditambah pikiran pakde saya masih normal, bude saya pasti harus bekerja ekstra kuat untuk menjaga agar pakde saya tetap semangat dan tidak menyerah pada keadaan.

satu kali saya pernah melihat bude saya ini menangis sendiri, bercerita tentang pakde saya yang mengatakan "aku seperti mayat hidup aja ini, menyusahkan kamu". bude saya sadar jika dia menyerah, maka berakhirlah sudah semua. maka satu-satunya cara agar suaminya tetap bertahan adalah memendam semua rasa sedih dan lelahnya, dan terus memberikan perhatian serta tenaganya untuk pakde. menjadi tangan untuk pakde, menjadi kaki untuk pakde, menjadi apapun untuk bisa membuat pakde melakukan segala hal dengan mudah.

kata pakde, bude adalah perawat paling galak sekaligus yang paling dia cintai. bude adalah penyelamat keadaan, bisa menghilangkan stres hanya dengan celotehnya yang terdengar sangat nyaring. bahkan pakde bisa terus bercanda bahkan dalam keadaan setengah tubuhnya lumpuh. bude sangat berarti untuk pakde. kunjungan selama 3 hari itu membuat saya memahami cinta.. pengabdian bude terhadap pakde cukup membuat saya tau apa cinta itu. saat itu rasanya saya ingin segera sampai di rumah, memeluk suami saya dan mengatakan betapa rindunya saya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar